Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2021

Usaha Pengrajin Wayang yang Terdampak Pandemi Covid-19

SUKOHARJO – Sugiman adalah pengrajin wayang kulit asal Sonorejo, Sukoharjo, yang usahanya terdampak pandemi Covid-19 sangat terasa dampaknya.   Sugiman namanya. Warga asal Sonorejo, Sukoharjo yang sudah bertahun tahun berprofesi sebagai pengrajin wayang kulit ini mengaku perbedaan jumlah pemesanan wayang kulit yang sangat menurun drastis. “Kalau dulu sebelum corona ada ini, pesanan (wayang kulit) kadang pelanggan harus nunggu beberapa bulan. Banyak yang pesan” Ujarnya.   Wayang kulit adalah seni yang berasal asli dari Indonesia, dengan menggunakan bahan utama dari kulit kambing, banyak pengrajin wayang kulit yang bergantung sebagai penghasilan utama. Namun, setelah pademi Covid-19 ini menyerang Indonesia. Beberapa pengrajin mengeluh, sangat terasa dampaknya apa lagi sebagai penghasilan utama. “Sekarang jarang yang pesen, sepi juga pemesanan, turunnya drastis. Kan juga pementasan wayang kulit jarang juga karena ini.” Ujarnya.   Penghasilan Sugiman saat ini masih bergantung...

Bazar Telur Segar Para Peternak Lokal, Pasar Semakin Diserbu Pasokan Telur Luar Daerah

3 hari para peternak ayam petelur lokal melakukan bazar telur segar  didepan paseban alon alon Ponorogo, hal itu  ternyata belum mampu menstabilkan harga, yang terjadi harga telur ayam justru anjlok .  Berdasarkan pengakuan sejumlah peternak ayam petelur lokal, telah terjadi persaingan harga antara peternak lokal dengan pedagang luar daerah yang masuk Ponorogo . Ahmad Sarbini, salah satu anggota perkumpulan peternak ayam petelur Ponorogo mengatakan pedagang luar daerah semakin menurunkan harga telur ketika mengetahui kalangan peternak ayam petelur lokal , mengadakan bazar .  Sementara konsumen sendiri lebih memilih harga murah daripada  kualitas .  Akibatnya target penjualan bazar sekitar 10 ton , tidak bisa terpenuhi . Selama 3 hari digelar, pihaknya hanya mampu mengeluarkan 3 hingga 4 ton saja .  Karenanya kalangan peternak lokal bingung, harus berbuat apalagi sedangkan stock  telur segar dikandang masih sekitar 20 ton yang harus segera di...

Tips Untuk Self Love

Mencintai diri sendiri atau sel-love bukan berarti Anda egois dan mengembangkan kepribadian narsisistik yang menyimpang. Justru, Anda menerima segala kelebihan tanpa merasa tinggi hati, tetapi juga berlapang dada untuk merangkul semua kekurangan diri tanpa ditutupi. Sederhananya, mencintai diri sendiri haruslah sepenuh hati dan tanpa syarat.    Mencintai diri sendiri berarti memenuhi segala kebutuhan Anda dan tidak mengorbankan kesejahteraan Anda untuk menyenangkan orang lain. Ini juga bisa berarti memprioritaskan diri sendiri, percaya pada diri sendiri, jujur atau tidak membohongi diri sendiri, bersikap baik pada diri sendiri, serta memaafkan diri sendiri saat Anda melakukan hal buruk pada diri Anda.    Dengan mencintai diri sendiri setulus hati, Anda dapat memperoleh sejumlah manfaat yang baik bagi diri Anda dan juga orang sekitar. Anda dapat terbebas dari beban sosial, karena tidak akan membandingkan diri dengan kehidupan orang lain. Anda pun akan punya ...

Seorang Nenek Desa Sambit Tewas Terbakar Saat Membersihkan Ladang

  Nasib Sumisisum nenek berusia (89) warga desa Wringinanom, Kecamatan sambit Ponorogo tewas terbakar saat membersihkan daun dan rumput dengan cara dibakar, pada Rabu (29/9/2021). Menurut warga, sebelumnya nenek yang tinggal didesa Wringinanom ini memang kerap mengunjungi ladang miliknya untuk membersihkan ladang dengan cara membakar sampah dan daun-daun kering . Diduga korban tewas terjebak api yang terus membesar karena tiupan angin serta banyaknya daun kering hingga akhirnya korban tidak dapat menyelamatkan diri dan terbakar . “ keluarganya mencari dari jam 10 belum pulang, baru pulang kirim genteng saya terus sama cucunya mencari di TKP ini,  menemukan sudah meninggal. Saat ditemukan kondisinya sudah meninggal dan terbakar. ” Ujar Joko Sulistyo yang merupakan warga setempat. B erdasarkan informasi dari warga setempat, sumisisum sering membersihkan sampah diladang dan dibakar sendiri , kemungkinan api mau dimatikan namun karena   terlanjur melebar ap...

BERAWAL DARI HOBI, WANITA BOYOLALI INI JADI PETERNAK KONDANG

Boyolali - Nidha Affuwah (21), Seorang wanita di Boyolali yang mempunyai ketertarikan dengan ikan cupang yang awalnya hanya sebagai teman di kost, namun sekarang ia teruskan menjadi peternak cupang di Boyolali. (3/10/21) Nidha Affuwah yang kerap di panggil Nidha adalah seorang wanita asal Boyolali, yang mempunyai hobi yang berbeda dari wanita lain pada umumnya. Nidha mempunyai ketertarikan dengan ikan cupang sejak tahun 2019, Awal mula Nidha mencintai ikan cupang adalah hanya sebagai teman di kost, “dulu sih hanya buat teman di kost waktu masih kuliah, tapi lama kelaman kaya suka pengen beli lagi.” Ujar Nidha. Seiring berjalannya waktu, nidha terus mencari informasi tentang ikan cupang, dari belajar lewat youtube, berjelajah lewat facebook yang akhirnya beretmu dengan seorang penghobi, “lama kelamaan makin penasaran dengan ikan cupang, terus pernag belajar lewat youtube, berjelajah di facebook(grup), dan ketemu sama penghobi.” Ujar Nidha. Seiring berjalannya waktu saat berjelaja...

WARGA KECEWA TERHADAP KEPUTUSAN PEMERINTAH YANG SEPIHAK DALAM PELUNASAN PEMBAYARAN LAHAN TOL JOGJA-SOLO

BOYOLALI-Pembayaran pelunasan uang lahan milik warga di Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit telah dilakukan pada hari Senin (20/9/2021) dan Selasa (21/9/2021). Sebelumnya, proyek tol Jogja-Solo yang melintasi Desa Guwokanjen, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali ini bisa dikatakan telat pembangunannya, karena pelunasan lahan yang belum segera di bayar. Warga sempat melarang atau menutup akses pembangunan proyek tol Jogja-Solo yang melewati desa Guwokajen ini. Ditargetkan,  pembebasan lahan proyek tol Jogja-Solo di Boyolali bisa selesai pada akhir 2021.  Pelunasan yang baru digagas sekarang ini adalah lahan milik masyarakat atau pribadi yang sebelumnya pemerintah belum membayar namun ingin di segera di bangun. “Pemerintah dulu lewat pemerintah desa ingin segera membangun proyek tol disini, namun pemerintah belum melunasi pembayaran. Jadi kita larang proyek masuk ke Desa Guwokajen.” Ujar masyarakat Guwokajen. Pembayaran lahan pribadi ini, masyarakat cukup menyerahkan bukti ke...

Operasi Prokes terus dilakukan di Kecamatan Bendosari, Sukoharjo

SUKOHARJO – Penurunan PPKM Level di Kabupaten Sukoharjo tak menurunkan intensitas aparat gabungan di Kecamatan Bendosari untuk melakukan operasi protokol kesehatan. Tim gabungan ini melakukan edukasi prokes ke warga.   Seperti diketahui, Kabupaten Sukoharjo saat ini menerapkan PPKM Level 3 setelah sebelumnya berada di PPKM Level 4. Hal itu membuat adanya sejumlah pelonggaran. Kendati demikian, penerapan protokol kesehatan Covid-19 tetap wajib dilakukan.   Demi memantau ketaatan penerapan prokes itu, aparat gabungan di Kecamatan Bendosari rutin melakukan patroli. Mereka terdiri dari Koramil 12 Bendosari, Polsek Bendosari, hingga Satpol PP Bendosari. Seperti kegiatan yang dilakukan pada Minggu (26/9/2021).   Tim gabungan itu memberikan edukasi kepada warga terkait penerapan prokes 5M yakni menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Salah satu temuannya adalah adanya warga yang tak memakai masker saat kelua...

Peternak Ayam Petelur di Carangrejo Gulung Tikar, Ayam diobral dan disumbangkan

    Harga telur ayam yang terus terjun bebas, menyebabkan puluhan peternak ayam petelur di desa Carangrejo Kec. Sampung   Ponorogo gulung tikar. Mereka tidak sanggup lagi mempertahankan usahanya karena kerugian yang ditanggung cukup besar. Untuk mengosongkan kandang, sisa ayam dan telur yang ada, akhirnya diobral bahkan sebagian dibagi-bagikan ke tetangga sekitar, panti asuhan, masjid dan musholla.   Seperti disampaikan Choiri, salah satu peternak, siapa saja yang ingin ayam dan telur, tinggal datang ke kandang, maka dirinya akan memberikan secara gratis. Langkah itu dilakukan, karena peternak tidak kuat lagi menanggung biaya pakan. Daripada ayam mati tidak dikasih pakan, lebih baik diberikan kepada yang lebih membutuhkan. Menurut sepengetahuannya sudah ada 10 peternak, yang tutup usaha, padahal awalnya memiliki ayam di atas 500 ekor.   Dijelaskan, harga terqkhir telur ditingkat kandang 13 ribu rupiah. Harga tersebut tidak sebanding dengan harga pakan ...