WARGA KECEWA TERHADAP KEPUTUSAN PEMERINTAH YANG SEPIHAK DALAM PELUNASAN PEMBAYARAN LAHAN TOL JOGJA-SOLO
BOYOLALI-Pembayaran pelunasan uang lahan milik
warga di Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit telah dilakukan pada hari Senin (20/9/2021)
dan Selasa (21/9/2021).
Sebelumnya, proyek tol Jogja-Solo yang
melintasi Desa Guwokanjen, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali ini bisa
dikatakan telat pembangunannya, karena pelunasan lahan yang belum segera di
bayar. Warga sempat melarang atau menutup akses pembangunan proyek tol
Jogja-Solo yang melewati desa Guwokajen ini. Ditargetkan,
pembebasan lahan proyek tol Jogja-Solo di Boyolali bisa selesai pada akhir
2021.
Pelunasan yang baru digagas sekarang ini
adalah lahan milik masyarakat atau pribadi yang sebelumnya pemerintah belum
membayar namun ingin di segera di bangun. “Pemerintah dulu lewat pemerintah
desa ingin segera membangun proyek tol disini, namun pemerintah belum melunasi
pembayaran. Jadi kita larang proyek masuk ke Desa Guwokajen.” Ujar masyarakat Guwokajen.
Pembayaran lahan pribadi ini, masyarakat cukup
menyerahkan bukti kepemilikan lahan. Setidaknya pembangunan sebelum pelunasan
di Desa Guwokajen hanya sampai di desa Beran, Kecamatan Banyudono. Karena di Desa
Beran, Kecamatan Banyudono sudah rampung dalam urusan pembayaran.
Warga sempat bernegosiasi soal harga, namun
warga tidak bisa berulah lebih lanjut karena kebijakan pemerintah yang bisa
dikatakan hanya sepihak, tidak mendengarkan negosiasi dari warga. “Lahan diatas
bangunan permeternya hanya di kasih harga tidak sampai 5 juta, didatapun kamar mandi
di keramik hanya ditulis di semen biasa dan kalau kita mau buat rumah lagi juga
gak akan cukup.” Ujar masyarakat Guwokajen.

Komentar
Posting Komentar